Ende - Nusapagi.com || Jelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan sedaratan Flores–Lembata, jajaran DPP PDI Perjuangan mengawali agenda mereka dengan melakukan napak tilas ke dua situs bersejarah peninggalan Bung Karno di Ende, Sabtu (29/11/2025).
Rombongan dipimpin oleh Pengurus DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, bersama Ibu Sri Rahayu dan politisi senior PDI Perjuangan, Andreas Hugo Parera (AHP). Mereka turut didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, Sekretaris DPD Patris Laly Wolo, serta jajaran pengurus lainnya.
Turut hadir pula para Ketua DPC PDI Perjuangan se-Flores–Lembata, serta para kepala daerah dari PDI Perjuangan, diantaranya Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda dan Bupati Manggarai Heribertus G. L. Nabit yang tampil mengenakan atribut PDI Perjuangan.
Dalam kunjungan ke Rumah Pengasingan Bung Karno dan Taman Renungan Pancasila, Djarot menegaskan bahwa Ende dan Flores secara umum memiliki hubungan historis yang sangat kuat dengan PDI Perjuangan. Menurutnya, pemikiran dan gagasan Bung Karno yang muncul selama masa pengasingan di Ende menjadi fondasi penting bagi bangsa ini.
“Di sinilah Bung Karno menggali pemikiran, cita-cita, dan harapan untuk merumuskan lima mutiara yang terpendam berabad-abad dalam jiwa bangsa Indonesia, yang kita kenal sebagai Pancasila,” ujar Djarot.
Ia menekankan bahwa hubungan antara Bung Karno dan PDI Perjuangan bukan sekadar historis, tetapi juga ideologis.
“Bung Karno memiliki cita-cita besar: dalam Indonesia merdeka, tidak boleh ada kemiskinan. Itulah yang beliau perjuangkan sejak muda hingga akhir hayatnya. Semangat itu menjadi roh perjuangan PDI Perjuangan hari ini,” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Djarot juga mengajak seluruh kader untuk kembali ke jati diri partai: turun ke akar rumput, keluar dari zona nyaman, dan bekerja bersama rakyat untuk mewujudkan keadilan sosial.
Djarot menyebut pemilihan Ende sebagai lokasi Konfercab membawa pesan kuat bagi konsolidasi partai menjelang Pemilu 2029.
“Konfercab di Ende Flores mengandung makna mendalam. Kami ingin menegaskan bahwa pada 2029, PDI Perjuangan harus kembali menang di Flores, dimulai dari rumah pengasingan Bung Karno,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Andreas Hugo Parera, menambahkan bahwa keterkaitan antara Bung Karno, Flores, dan Pancasila adalah bagian penting sejarah bangsa.
Mengutip wawancara Bung Karno dengan Cindy Adams, AHP menguraikan bahwa penggalian Pancasila berawal dari pengalaman Bung Karno selama diasingkan di Ende.
“Bung Karno mengatakan bahwa ia mulai menggali Pancasila di Ende, karena di tempat inilah ia merasakan langsung keberagaman dan kebhinekaan,” terang AHP.
Ia menegaskan bahwa Konfercab di Ende bukan tentang kelompok atau identitas tertentu, melainkan tentang kontribusi daerah ini bagi nasionalisme Indonesia.
“Kita tidak bicara orang per orang, atau suku per suku. Kita bicara bagaimana Ende memberikan sumbangsih bagi keanekaragaman dan kebhinekaan Indonesia, serta menjadi soko guru bagi nasionalisme bangsa,” ungkapnya.
AHP menilai bahwa Ende adalah tempat yang tepat untuk menjadi contoh dan inspirasi bagi Indonesia.
“Ende adalah simbol keberagaman yang melahirkan nilai-nilai dasar bangsa. Tempat ini layak menjadi contoh bagi negara,” imbuhnya.***(NP/Efrid Bata)


Centang kotak Notify Me agar mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.