![]() |
| Bupati Ende bersama Bupati Manggarai berpose di depan rumah Pengasingan Bung Karno (Foto : NP/EB) |
Ende - Nusapagi.com || Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) se-Flores–Lembata, peta politik lokal Kabupaten Ende mengalami perkembangan signifikan. Bupati Ende, Yoseph Benediktus Badeoda, untuk pertama kalinya tampil secara terbuka mengenakan seragam PDI Perjuangan saat mendampingi kunjungan jajaran pengurus DPP dan DPD PDIP NTT ke situs-situs bersejarah Bung Karno di Ende, Sabtu (29/11/2025). Kehadiran tersebut memantik perhatian karena memperkuat spekulasi mengenai reposisi kepemimpinan PDIP Ende yang selama beberapa waktu terakhir menjadi perbincangan internal partai.
Kunjungan jajaran DPP dan DPD PDIP itu dimulai di Rumah Pengasingan Bung Karno dan Taman Renungan Bung Karno. Dua lokasi yang memiliki nilai ideologis kuat bagi PDIP. Setelah kunjungan simbolis tersebut, rombongan bergerak menuju Aula Graha Ristela di Jalan El Tari, Ende, untuk memimpin jalannya Konfercab Flores–Lembata.
Munculnya Bupati Ende dengan busana PDIP menjadi titik krusial dalam dinamika politik lokal. Selama menjabat, Yoseph Badeoda dikenal sebagai kader Partai Demokrat. Namun, kehadirannya dalam atribut PDIP menunjukkan konfirmasi terbuka atas peralihannya ke partai berlambang banteng tersebut.
Informasi internal yang dihimpun dari sejumlah kader PDIP menyebutkan bahwa langkah politik Yoseph bukan sekadar bergabung sebagai kader biasa. Ia disebut-sebut telah diproyeksikan menempati posisi penting sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Ende menggantikan Feri Taso, yang kini diangkat menjadi Wakil Ketua Bidang Perekonomian DPD PDIP NTT.
Pergantian pucuk pimpinan ini menandai dinamika internal di tubuh DPC PDIP Ende yang dalam beberapa waktu terakhir membutuhkan konsolidasi ulang menyusul berbagai persoalan struktural, termasuk penguatan basis dan penataan organisasi pasca-pemilu.
Saat ditanya wartawan mengenai status Yoseph Badeoda, Ketua DPP PDIP Bidang Keanggotaan dan Keorganisasian, Andreas Hugo Parera (AHP), memberikan pernyataan yang secara implisit menegaskan kejelasan arah politik Bupati Ende.
“Kalau sudah lihat seperti ini, jangan tanya lagi. Sudah jelas dan sudah selesai,” ujar AHP kepada media, merujuk pada penampilan Bupati yang mengenakan baju PDIP dan berdiri sejajar dengan pengurus DPP.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa proses politik internal PDIP terkait penentuan Ketua DPC Ende telah mencapai tahap finalisasi, meski belum diumumkan secara resmi dalam forum Konfercab.
Sementara itu, Bupati Yoseph sendiri memilih untuk menahan komentar hingga seluruh proses Konfercab selesai.
“Nanti saja, siang atau sore. Tunggu selesai konfercab,” ungkapnya singkat.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa proses internal partai masih berlangsung dan Bupati berupaya menjaga etika organisasi dalam momentum penting tersebut.
Kehadiran jajaran DPP PDIP di Ende bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan mandat langsung dari Ketua Umum PDIP. Hal ini menjadi penegasan bahwa wilayah Flores–Lembata memiliki posisi strategis bagi partai, baik secara historis maupun politik.
“Kami diutus oleh Ibu Ketua Umum untuk memimpin konferensi cabang yang dilaksanakan di sini,” kata Andreas Hugo Parera.
Konfercab ini bertujuan menetapkan kepemimpinan DPC dan struktur kepengurusan PDIP di seluruh kabupaten Flores–Lembata. Di tengah situasi politik nasional dan persiapan menghadapi agenda elektoral lima tahunan mendatang, konsolidasi struktural menjadi prioritas partai.
Kabupaten Ende selama ini dikenal sebagai salah satu basis penting PDIP, baik secara sejarah maupun basis massa. Namun, dinamika internal dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perlunya reorganisasi untuk menguatkan kembali soliditas dan efektivitas kepengurusan.
Masuknya Bupati Ende sebagai kader sekaligus figur yang diproyeksikan memimpin DPC merupakan langkah strategis partai untuk memperkuat pengaruh politik di wilayah tersebut. Yoseph Badeoda merupakan figur yang memiliki posisi pemerintahan, jaringan birokrasi, sekaligus akses politik yang kuat, sehingga kehadirannya di tubuh PDIP dipandang sebagai peluang memperkuat daya tawar partai pada tingkat lokal.
Sementara itu, pergantian posisi Feri Taso ke tingkat DPD PDIP NTT mencerminkan adanya pergeseran dan penataan struktur untuk menempatkan kader sesuai kebutuhan strategis partai di tingkat provinsi.
Proses ini dipandang sebagai bagian dari langkah besar PDIP untuk memperbaharui kepemimpinan di daerah-daerah kunci guna merespons tantangan politik yang semakin kompleks.
Konfercab PDIP Flores–Lembata dilaksanakan di Graha Ristela, Ende, Jumat (29/11/2025). Konfercab ini dipimpin oleh Ketua DPP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPP Bidang Keanggotaan dan Keorganisasian, Andreas Hugo Parera, serta Wakil Sekretaris Jenderal Sri Rahayu.
Ketua DPD PDIP NTT, Yunus Takandewa, turut hadir bersama jajaran pengurus provinsi serta para delegasi DPC dari seluruh kabupaten di Flores dan Lembata. Forum ini akan menetapkan susunan kepengurusan DPC dan memastikan arah gerak partai di seluruh wilayah NTT agar berada dalam satu garis komando.
Kehadiran unsur pimpinan pusat menunjukkan bahwa PDIP memberikan perhatian ekstra terhadap dinamika internal di Flores–Lembata, khususnya di Ende yang memiliki nilai ideologis mendalam sebagai tempat perenungan Bung Karno dalam menggagas Pancasila.***(NP/Efrid Bata)


Centang kotak Notify Me agar mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.