![]() |
| Oleh : Fr. M Yohanes Berchmans, BHK |
SALVE bagimu para saudaraku yang terkasih dalam Kristus Tuhan. Judul renungan hari ini berupa pertanyaan refleksi, yang harus kita jawab saat ini, dan bukan nanti. Apalagi pada hari ini Gereja Katolik sejagat memasuki hari Minggu Adven I. Kata "Adven" berasal dari bahasa Latin, adventus, yang berarti "kedatangan".
Masa Adven adalah periode empat minggu sebelum Hari Natal, di mana umat Kristiani mempersiapkan HATI dan PIKIRAN untuk menyambut dua kedatangan Kristus: Pertama Mengenang Kedatangan-Nya yang Pertama (secara historis) sebagai Bayi Yesus di Betlehem.Kedua Menantikan dan Mempersiapkan Kedatangan-Nya yang Kedua (di masa depan) dalam kemuliaan sebagai Raja dan Hakim.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 24: 37 - 44, yakni nasihat supaya berjaga-jaga. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menasihati para murid-Nya, termasuk kita yang sedang berziarah di dunia ini, untuk senantiasa berjaga-jaga dan bersiap sedia menantikan kedatangan-Nya yang kedua pada akhir zaman.
Waktu kedatangan itu tidak pernah diberitahukan, tetapi satu hal pasti: Ia akan datang. Karena itu, sikap kita bukanlah menebak waktunya, melainkan bagaimana kita hidup setiap hari dengan penuh kesiapan, yakni: Pertama Membangun “Bahtera” Iman dan Ketaatan. Seperti Nuh yang taat membangun bahtera, kita pun dipanggil menyiapkan bahtera iman. Bentuknya adalah: Doa yang tekun dan ibadat yang setia , Ekaristi sebagai sumber kekuatan rohani, Sedekah dan perbuatan kasih yang tulus, Mengampuni tanpa syarat, melayani tanpa pamrih, Berpikir positif, bertutur kata sopan, bertindak santun. Inilah bahtera yang menjaga kita tetap siap, tidak hanyut oleh arus dunia.
Kedua Waspada terhadap Rutinitas yang Melenakan. Yesus menyebutkan orang yang bekerja di ladang atau menggiling gandum. Semua itu baik, tetapi bisa membuat kita lupa akan hal yang kekal. Rutinitas dapat meninabobokan kita secara rohani, sehingga hati tidak lagi merindukan kedatangan-Nya. Waspada berarti menempatkan Tuhan sebagai pusat, bahkan di tengah kesibukan sehari-hari.
Akhirnya, kedatangan Tuhan bukanlah sesuatu yang menakutkan bagi orang yang berjaga-jaga, melainkan pengharapan yang dinanti dengan sukacita. Persiapan kita bukan tentang mengetahui waktunya, tetapi tentang bagaimana kita hidup di setiap waktu yang diberikan. Kewaspadaan adalah wujud iman dan kerinduan kita untuk bertemu dengan Dia.
Pertanyaan refleksi:Apakah aku sudah membangun “bahtera iman” dalam hidupku melalui kesetiaan & konsistensi dalam doa, ibadat, dan ekaristi serta perbuatan KASIH?
Rutinitas apa yang sering membuatku lalai atau “tertidur” secara rohani, sehingga kurang merindukan kedatangan Tuhan?
Jika Tuhan datang hari ini, sikap apa yang ingin kutunjukkan agar layak menyambut-Nya dengan sukacita? Selamat berefleksi
Doa Singkat
Tuhan Yesus, dalam masa Adven ini aku ingin berjaga-jaga, menyambut kedatangan-Mu dengan HATI yang siap. Ajarlah aku hidup dalam iman, KASIH, dan pengharapan, agar setiap hari menjadi langkah menuju terang-Mu. Amin. Selamat memasuki masa Adven I.***


Centang kotak Notify Me agar mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.