![]() |
| Andreas Hugo Parera, Ketua DPP PDIP Bidang Keanggotaan dan Keorganisasian (Foto : istimewa) |
Ende - Nusapagi.com || Pergantian kepemimpinan di tubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ende resmi terjadi melalui Konferensi Cabang (Konfercab) Gabungan se-Daratan Flores–Lembata yang digelar di Aula Graha Ristela, Ende, Sabtu (29/11/2025).
Masa jabatan Fransiskus Taso atau yang biasa disapa Fery Taso sebagai Ketua DPC PDIP Ende berakhir, dan tongkat estafet kepemimpinan kini diserahkan kepada Bupati Ende, Yoseph Benediktus Badeoda, yang ditetapkan sebagai Ketua DPC periode 2025–2030.
Penetapan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, sebagai bagian dari proses konsolidasi organisasi di wilayah Flores dan Lembata. Meski tidak lagi memimpin DPC PDIP Ende, justru Fery Taso mengalami kenaikan posisi dalam struktur partai. Politisi senior PDIP ini kini resmi menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Perekonomian di jajaran DPD PDIP Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kenaikan posisi ini sekaligus menepis berbagai spekulasi di lapangan bahwa pergantian ketua DPC akan ikut memengaruhi jabatannya sebagai Ketua DPRD Ende.
Ketua DPP PDIP Bidang Keanggotaan dan Keorganisasian, Andreas Hugo Parera (AHP), menegaskan bahwa jabatan Fery Taso di lembaga legislatif tetap aman.
“Pergantian Ketua DPC PDIP Ende tidak mempengaruhi posisi Fery Taso sebagai Ketua DPRD Ende. Ia tetap menjabat karena saat ini Fery merupakan salah satu Wakil Ketua di DPD PDIP NTT,” tegas Andreas Hugo Parera.
Menurut Andreas Hugo Parera, mekanisme partai telah menempatkan para kader sesuai dengan kontribusi, pengalaman, dan kebutuhan organisasi. Dengan posisi barunya di tingkat provinsi, Fery Taso dinilai tetap memiliki legitimasi dan kewenangan kuat untuk melanjutkan kepemimpinan di DPRD Kabupaten Ende.
Selain itu, Andreas Hugo Parera juga menyampaikan pesan khusus kepada Yoseph Benediktus Badeoda selaku Ketua DPC PDIP Ende yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya menjaga garis perjuangan partai, terutama mengingat sejarah ideologis PDI Perjuangan yang memiliki akar kuat di Kabupaten Ende.
“Kita semua tahu, nilai-nilai perjuangan Bung Karno banyak lahir dari tanah Ende. Warisan itu harus dijaga. Karena itu, pesan kami kepada Pak Bupati sebagai Ketua DPC yang baru, agar tetap menjaga dan merawat nilai-nilai perjuangan tersebut untuk Ende dan Indonesia,” ujarnya.
Nilai-nilai perjuangan yang dimaksud meliputi semangat kebhinekaan, keberpihakan pada masyarakat kecil, serta komitmen memperjuangkan kelompok marginal sebagai bagian dari jati diri PDI Perjuangan.
AHP menyebutkan bahwa tugas ketua DPC bukan hanya mengurus struktur internal, tetapi juga memastikan setiap kebijakan dan langkah politik berjalan sejalan dengan ideologi partai.
Dengan komposisi kepemimpinan baru di DPC dan penguatan posisi kader di tingkat provinsi, PDI Perjuangan di Kabupaten Ende diharapkan mampu menjalankan konsolidasi lebih baik dan memperkuat peran politiknya, baik di pemerintahan maupun di tengah masyarakat.
"Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum bagi partai untuk mempertegas konsistensi ideologi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan politik kepada rakyat Ende," pungkasnya.***(NP/Efrid Bata)


Centang kotak Notify Me agar mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.