![]() |
| Oleh : Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK |
Pax Vobiscum, para saudaraku terkasih dalam Kristus Tuhan. Pada Minggu Paskah V ini, Sabda Tuhan mengajak kita merenungkan Injil Yohanes 14:1–12 tentang rumah Bapa. Yesus menyampaikan pesan yang menenangkan hati para murid: “Jangan gelisah hatimu.” Ia tahu bahwa hati manusia mudah goyah terlebih saat merasa sendiri, saat doa terasa hampa, atau ketika kehadiran Tuhan seakan jauh.
Namun Yesus menegaskan sesuatu yang sangat penting: kepergian-Nya bukanlah perpisahan, melainkan persiapan. Ia pergi untuk menyediakan tempat bagi kita di rumah Bapa. Ini adalah janji pengharapan bahwa hidup kita memiliki tujuan akhir yang pasti, yaitu persekutuan abadi bersama Allah.
Iman yang Mengubah Hidup
Percaya kepada Yesus bukan sekadar pengakuan di bibir atau narasi yang indah. Iman sejati selalu mengandung gerakan: dari manusia lama menuju manusia baru.
Iman itu tampak dalam:
*. kesetiaan dalam doa,
*. ketekunan dalam ibadat, dan
*. Partisipasi penuh dalam Ekaristi.
Namun iman tidak berhenti di altar. Ia harus menjelma dalam kehidupan nyata dalam tindakan kasih, pengampunan, dan pelayanan.
Yesus berkata: “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar.” Ini bukan soal kehebatan manusia, melainkan karena Kristus sendiri hidup dan berkarya di dalam diri orang yang percaya.
Menjadi “Rumah” bagi Sesama
Saudaraku, sering kali kita terlalu fokus menantikan “rumah di surga”, tetapi lupa bahwa kita dipanggil untuk menjadi “rumah” bagi sesama di dunia ini.
Menjadi “rumah” berarti:
*. menghadirkan kenyamanan bagi yang terluka,
*. memberi harapan bagi yang putus asa, dan
*. menjadi tempat bernaung bagi yang haus akan kasih.
Dengan cara itulah kita sesungguhnya sedang mempersiapkan diri untuk tinggal di rumah Bapa.
Pesan Iman Hari Ini
Jangan hidup dalam kegelisahan. Percayalah bahwa Tuhan sedang bekerja, bahkan ketika kita tidak melihat-Nya.
Hiduplah sebagai manusia baru:
*. bangkit dari dosa dan kelemahan,
*. percaya tanpa ragu, dan
*. berbuah dalam kasih yang nyata.
Iman yang hidup akan membentuk kita menjadi pribadi yang beradab, berbudaya, dan berkualitas memancarkan kemuliaan Allah dalam kesederhanaan hidup sehari-hari.
Pertanyaan Refleksi
Apakah aku sungguh percaya bahwa Yesus telah menyiapkan tempat bagiku di rumah Bapa?
Apakah hidup doaku sungguh membentukku menjadi pribadi yang baru?
Sudahkah aku menjadi “rumah” yang menghadirkan kasih, pengampunan, dan pelayanan bagi sesama?
Doa
Tuhan Yesus, Engkau menenangkan hati kami yang gelisah dan menjanjikan tempat di rumah Bapa. Kuatkan iman kami agar kami tidak hanya percaya dengan kata-kata, tetapi hidup sebagai manusia baru yang berbuah dalam kasih.
Ajarlah kami menjadi “rumah” bagi sesama tempat di mana kasih-Mu nyata dirasakan. Sertailah kami dalam perjalanan hidup ini, hingga kami layak tinggal bersama-Mu selamanya.
Amin.
Selamat Hari Minggu dan selamat berefleksi.



Centang kotak Notify Me agar mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.