![]() |
| Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Golkar, Carlos Ronaldo Christofer Sara, SH., M.Kn (Foto : istimewa) |
Ende - Nusapagi.com || Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Golkar, Carlos Ronaldo Christofer Sara, SH., M.Kn., menunjukkan kiprah nyata politisi muda dalam mengawasi pelayanan publik. Legislator Golkar Ende ini angkat bicara soal Puskesmas Maukaro yang kembali terendam banjir pada Kamis malam (5/3/2026), yang mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat.
Kepada Media ini, Jumat, (6/3/2026) Carlos mengatakan Puskesmas Maukaro setiap tahun selalu menjadi Langganan banjir, hal itu dikarenakan bangunan tersebut berada di lahan rawa.
"Bangunan Puskesmas Ini berada di lahan rawa, jadi sudah tentu kalau hujan seluruh area dan fasilitas puskesmas tergenang banjir," ujarnya.
Dia menambahkan akibat fasilitas Kesehatan terdampak banjir, jelas pelayanan dasar Kesehatan terganggu.
"dokter, bidan maupun pasien sangat tidak nyaman," imbuh Carlos.
Politisi muda Golkar ini memberikan atensi penuh dengan kondisi Puskesmas Maukaro yang sangat memprihatinkan, dan meminta pemerintah Kabupaten Ende harus bergerak cepat dan nyata.
“Pembangunan Puskesmas Maukaro sudah dua tahun berturut - turut masuk prioritas pertama Musrenbangcam. Saat ini yang paling mendesak adalah pembangunan drainase agar fasilitas publik vital ini tidak lagi terancam banjir,” pungkasnya.
Ia menyebutkan bahwa dirinya juga sudah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Ende dan berencana bertemu langsung dengan Bupati agar bisa mendapatkan penanganan secepatnya.
"Untuk itu keberpihakkan anggaran untuk pembangunan fasilitas puskesmas yang layak menjadi point utama, agar para tenaga Kesehatan bisa memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat," tandasnya.
Dia juga meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan pendataan lapangan serta menyusun kajian kelayakan fasilitas profesional.
“Nakes adalah ujung tombak pelayanan. Mereka tidak hanya butuh doa, tapi fasilitas yang aman dan layak adalah hal prioritas,” ungkapnya
Ia juga menyoroti minimnya perhatian pemerintah terhadap aspirasi masyarakat Maukaro, khususnya dari wilayah utara.
"Ya jujur saja sebagai orang Maukaro saya merasa kecewa karena suara kami masyarakat utara nih jarang didengar," keluhnya.
Kami berharap pihak media bisa membantu kami untuk menyajikan data dan fakta dalam bentuk berita terkait kondisi faktual Puskesmas Maukaro yang terkena banjir beberapa hari kemarin.
"Ini Indonesia, no viral no justice, tidak viral berarti tidak ada keberpihakkan," tutupnya.***(NP/Efrid Bata)


Centang kotak Notify Me agar mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.