Advertisement
Scroll Keatas Untuk Lanjutkan Membaca
BREAKING NEWS

Banjir Genangi Puskesmas Maukaro, Pasien dan Tenaga Kesehatan Dievakuasi

   
Banjir Genangi Puskesmas Maukaro, Pasien dan Tenaga Kesehatan Dievakuasi

Banjir Genangi Puskesmas Maukaro, Pasien dan Tenaga Kesehatan Dievakuasi

Banjir Genangi Puskesmas Maukaro, Pasien dan Tenaga Kesehatan Dievakuasi
Tampak Air genangi Fasilitas Puskesmas Maukaro (Foto : istimewa) 


Ende - Nusapagi.com || Curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende pada Kamis (5/3/2026) menyebabkan banjir yang menggenangi area Puskesmas Maukaro dan sejumlah fasilitas kesehatan di dalamnya.


Kepala Puskesmas Maukaro, Darius Roga, saat diwawancarai pada Jumat (6/3/2026) menjelaskan bahwa genangan air kerap terjadi terutama di bagian barat puskesmas karena tidak adanya saluran pembuangan atau drainase yang memadai.


Ia mengatakan, saat banjir terjadi pada Kamis malam, terdapat pasien yang sedang menjalani perawatan di puskesmas. Untuk mengantisipasi risiko, dokter dan tenaga kesehatan sementara dievakuasi ke aula puskesmas, sedangkan pasien dipindahkan ke ruang perawatan yang tidak tergenang air.


“Ruang perawatan yang tidak terkena banjir digunakan untuk mengevakuasi pasien agar tetap aman,” jelasnya.


Darius menambahkan, di Puskesmas Maukaro terdapat dua ruang perawatan pasien serta satu ruang nifas. Namun kondisi lingkungan puskesmas selama ini dinilai kurang layak karena sering terjadi genangan air yang memicu banyaknya nyamuk serta menimbulkan bau tidak sedap akibat sampah yang terbawa air.


“Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan. Kami berharap ada penanganan preventif dari Pemerintah Kabupaten Ende,” ujarnya.


Bahkan, akibat genangan air yang cukup tinggi, dokter harus menggunakan jembatan bambu untuk melintas dari rumah dinas menuju puskesmas.


Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Golkar, Carlos Ronaldo Christofer Sara, SH., M.Kn, menilai kondisi Puskesmas Maukaro sudah tidak layak lagi digunakan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan.


Menurutnya, bukan hanya mess dokter yang terdampak banjir, tetapi hampir seluruh area puskesmas. Hal tersebut terjadi karena lokasi puskesmas berada di area rawa sehingga setiap musim hujan selalu terendam air.


“Puskesmas Maukaro sudah tidak layak. Di sisi kiri maupun belakang puskesmas selalu tergenang banjir setiap musim hujan,” kata Carlos.


Ia menyebutkan, pembangunan puskesmas yang lebih layak sebenarnya sudah dua tahun berturut-turut diusulkan sebagai prioritas utama (P1) dalam Musrenbang Kecamatan Maukaro. Namun hingga kini belum terealisasi.


Menurutnya, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembangunan drainase agar air tidak lagi menggenangi lingkungan puskesmas setiap kali hujan turun.


Carlos juga mengaku telah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Ende terkait kondisi banjir yang merendam Puskesmas Maukaro dan berencana kembali bertemu dengan Bupati Ende untuk membahas persoalan tersebut.


Ia juga meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Ende turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil puskesmas serta melakukan kajian kelayakan fasilitas kesehatan tersebut.


“Tenaga kesehatan adalah ujung tombak pelayanan. Mereka harus didukung dengan fasilitas yang layak agar dapat bekerja dengan aman dan nyaman,” tegasnya.


Carlos juga menyesalkan minimnya perhatian terhadap aspirasi masyarakat dari wilayah utara Kabupaten Ende. Ia mengaku telah berupaya berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat Maukaro yang berada di Kota Ende maupun di wilayah Maukaro sendiri, untuk bersama-sama menyoroti persoalan banjir yang melanda puskesmas tersebut.


“Jujur saja, kadang kami merasa suara dari wilayah utara ini jarang didengar. Kami sudah berkoordinasi di grup Maukaro dengan masyarakat yang ada di kota maupun di kampung agar sama-sama konsern terhadap persoalan banjir di Puskesmas Maukaro,” ujarnya.


Carlos bahkan menyebut fenomena tersebut sebagai gambaran realitas yang sering terjadi.


“Ini Indonesia, no viral no justice. Kalau tidak viral, seolah tidak ada keberpihakan,” katanya.


Karena itu, ia meminta dukungan media untuk memberitakan kondisi faktual yang terjadi di Puskesmas Maukaro agar pemerintah daerah dapat mengambil langkah konkret dalam menangani persoalan tersebut.


“Kami berharap media bisa membantu memberitakan kondisi sebenarnya di lapangan agar ada perhatian serius dan tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Ende untuk memperbaiki fasilitas pelayanan kesehatan di Maukaro,” pungkasnya.***(NP/Efrid Bata) 

Add Comment

Centang kotak Notify Me agar mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.


©2020 — NUSA PAGI