Advertisement
Scroll Keatas Untuk Lanjutkan Membaca
BREAKING NEWS

Saluran Irigasi Jebol, Lahan Pertanian Warga Romarea Terancam Gagal Panen

   
Saluran Irigasi Jebol, Lahan Pertanian Warga Romarea Terancam Gagal Panen

Saluran Irigasi Jebol, Lahan Pertanian Warga Romarea Terancam Gagal Panen

Saluran Irigasi Jebol, Lahan Pertanian Warga Romarea Terancam Gagal Panen
Warga Dusun Rowombojo Desa Romarea Kecamatan Nangapanda gotong royong perbaiki saluran irigasi yang jebol (Foto : istimewa) 

Ende - Nusapagi.com || Sekitar 3–4 hektare lahan pertanian milik warga Dusun Rowombojo, Desa Romarea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), terancam gagal panen. Ancaman ini muncul akibat jebolnya Saluran Irigasi Malaara Satu yang diterjang longsor akibat hujan deras dalam sepekan terakhir.


Salah seorang petani setempat, Eduardus, mengungkapkan bahwa saluran irigasi sepanjang kurang lebih 15 meter mengalami kerusakan parah sejak hujan lebat melanda wilayah tersebut pada pekan lalu.


“Sekitar 15 meter saluran irigasi ini jebol sejak minggu lalu saat hujan lebat di wilayah Desa Romarea,” ujar Eduardus dalam rilis yang diterima media ini, Rabu (7/1/2026).


Kerusakan tersebut membuat para petani khawatir, mengingat saat ini mereka telah memasuki masa tanam periode pertama. Saluran irigasi Malaara Satu merupakan satu-satunya jalur distribusi air menuju area persawahan warga di Kampung Rowombojo.


Sebagai langkah darurat, para petani melakukan perbaikan secara swadaya dengan memanfaatkan bahan seadanya.


“Hari ini kami lakukan perbaikan secara swadaya. Saluran yang jebol itu kami gantikan menggunakan seng agar air bisa tetap mengalir,” jelas Eduardus.


Kekhawatiran serupa disampaikan petani lainnya, Hipolitus Tidadu. Ia mengaku cemas terhadap keberlanjutan tanaman padi yang baru ditanam di lahan seluas 14 are miliknya.


“Saya baru tanam kemarin. Kalau irigasi jebol, air tidak mengalir. Bagaimana dengan kondisi tanaman kita?” keluhnya.


Menurut Hipolitus, perbaikan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara dan sangat rentan rusak kembali jika hujan deras kembali terjadi. Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Ende dapat mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi saluran irigasi secara permanen.


“Saluran ini kami bangun pakai seng. Kalau hujan lagi, bisa rusak lagi,” ujarnya.


Ia menambahkan, mayoritas masyarakat Kampung Rowombojo menggantungkan hidup dari sektor pertanian sawah, sehingga keberhasilan panen sangat ditentukan oleh kondisi saluran irigasi.


Sementara itu, Kepala Desa Romarea, Gabriel Sagho, membenarkan adanya bencana yang menyebabkan jebolnya Saluran Irigasi Malaara Satu. Ia menjelaskan bahwa curah hujan tinggi dalam sepekan terakhir menjadi penyebab utama kerusakan tersebut.


“Memang seminggu terakhir hujan lebat di wilayah kami yang mengakibatkan saluran irigasi untuk area persawahan jebol,” kata Gabriel.


Pihaknya berkomitmen akan segera menyurati Pemerintah Kabupaten Ende untuk melaporkan kejadian tersebut dan mengusulkan penanganan lebih lanjut.


“Kami akan menyurati pemerintah kabupaten agar bisa ditindaklanjuti,” tutupnya.***(NP/ Efrid Bata)


Add Comment

Centang kotak Notify Me agar mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.


Promo awal tahun! Rahasia hasilkan CUAN hanya pake A.I
©2020 — NUSA PAGI