![]() |
| Wartawan Ende Silahturahmi dengan Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr. Opsla di ruangan PPKO Polres Ende (Foto : NP/EB) |
Ende - Nusapagi.com || Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr. Opsla, mengajak insan pers di Kabupaten Ende untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah melalui penyebaran informasi yang benar dan berimbang di era digital. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi dan tatap muka bersama para jurnalis yang digelar di Ruang PPKO Polres Ende, Jumat (23/1/2026).
Hadir dalam pertemuan tersebut Kasat Intelkam Polres Ende AKP Markus Frederiko Seda Wangge, Kasi Humas Polres Ende, serta seluruh awak media yang bertugas di wilayah Kabupaten Ende.
Dalam sambutannya, AKBP Yudhi Franata menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para jurnalis yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ia menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan informasi yang faktual, edukatif, dan menyejukkan di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Hal yang paling penting di era digital ini adalah sharing dan penyebaran informasi yang benar. Saya mengajak teman-teman jurnalis untuk membantu menciptakan suasana daerah yang kondusif serta mendukung penegakan hukum yang berkeadilan,” ujarnya.
AKBP Yudhi Franata juga memperkenalkan diri sebagai Kapolres Ende yang baru. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Telegram Rahasia (TR), dirinya resmi menjabat sebagai Kapolres Ende sejak 15 Desember 2025 dan mulai melaksanakan tugas serta serah terima jabatan di Ende pada 7 Januari 2026. Perwira menengah Polri asal Palembang ini mengaku memiliki pengalaman panjang di bidang kepolisian perairan dan penugasan di berbagai wilayah perbatasan.
“Saya lama berdinas di Pol Air dan sudah bertugas dari Sabang sampai Merauke, seperti di Aceh, Sorong Papua, Fakfak, Riau, hingga Kalimantan Utara. Sebagian besar wilayah tugas saya merupakan daerah perbatasan yang langsung berbatasan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Timor Leste, dan Australia,” jelasnya.
![]() |
| Foto bersama Kapolres Ende dengan Wartawan Ende (Foto : NP/EB) |
Ia juga memaparkan pengalamannya mengikuti berbagai program pertukaran dan pelatihan internasional di Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang, serta Amerika Serikat. Di San Diego, AS, ia mempelajari bidang intelijen dan bergabung dalam pelatihan bersama angkatan laut (Navy), sementara di Jepang ia mendalami sistem penegakan hukum setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Ende memperkenalkan dua konsep penegakan hukum yang akan menjadi pedoman bagi jajarannya, yakni ultimum remedium dan premium remedium.
Ultimum remedium, menurutnya, menempatkan sanksi pidana sebagai langkah terakhir setelah upaya lain seperti mediasi, negosiasi, hukum perdata, atau sanksi administratif tidak membuahkan hasil. Sementara premium remedium diterapkan pada kasus-kasus tertentu yang bersifat serius dan membutuhkan efek jera kuat, sehingga sanksi pidana menjadi langkah utama.
“Di biro Polda NTT terdapat catatan kurang lebih lima kasus di Ende yang masih menjadi tunggakan. Saya akan mendata, mengungkap, dan menuntaskan kasus-kasus tersebut. Untuk itu, saya sangat mengharapkan dukungan dari teman-teman media,” tegasnya.
Kegiatan silaturahmi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Polres Ende dan insan pers dalam menjaga stabilitas keamanan serta membangun kepercayaan publik melalui informasi yang akurat dan bertanggung jawab.***(NP/Efrid Bata)





Centang kotak Notify Me agar mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.