Ende - Nusapagi.com || Pembangunan fasilitas wisata Waterboom di Kelurahan Kota Raja, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, menjadi perhatian DPRD Kabupaten Ende. Pasalnya, proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp6,1 miliar tersebut dilaporkan baru mencapai progres fisik 49 persen.
Kondisi ini mendapat sorotan dari Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Ende, Megi Sigasare, saat mengikuti inspeksi mendadak (sidak) DPRD di lokasi proyek, Senin (2/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Megi berharap kontraktor pelaksana segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat penyelesaian pembangunan. Menurutnya, proyek yang dibiayai menggunakan anggaran daerah harus dapat diselesaikan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar percepatan pekerjaan tetap memperhatikan kualitas konstruksi. Sebab, pembangunan fasilitas publik tidak hanya dituntut selesai tepat waktu, tetapi juga harus memenuhi standar mutu sehingga dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
Sementara itu, perwakilan kontraktor pelaksana dari PT Cipta Karya Nyata, Muhammad Alfian Afandi, menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek menghadapi sejumlah kendala yang memengaruhi progres pekerjaan.
Beberapa kendala yang disampaikan antara lain dampak gempa bumi di Flores serta keterlambatan distribusi material dari Surabaya. Pengiriman material tersebut juga disebut terdampak insiden kapal Virgo yang terbalik.
Untuk mengejar ketertinggalan pekerjaan, pihak kontraktor menyampaikan telah menambah jumlah tenaga kerja dari sebelumnya 35 orang menjadi 42 orang. Penambahan pekerja, termasuk rencana mendatangkan tenaga kerja dari Pulau Jawa, menjadi salah satu upaya untuk mempercepat proses pembangunan.
DPRD Kabupaten Ende pun mendorong kontraktor agar mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia, termasuk penambahan tenaga kerja dan pengaturan jam kerja, sehingga keterlambatan proyek dapat segera dikejar.
Dengan nilai anggaran mencapai Rp6,1 miliar, penyelesaian pembangunan Waterboom tersebut menjadi perhatian penting, terutama terkait pertanggungjawaban penggunaan anggaran daerah dan manfaat fasilitas itu bagi masyarakat Kabupaten Ende.
Masyarakat tentu berharap pembangunan fasilitas wisata tersebut dapat segera dirampungkan dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan, sehingga nantinya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana rekreasi dan pendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.***




Centang kotak Notify Me agar mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.