BREAKING NEWS

Soekarno Cup 1 2026 Ditutup, GP VBC dan Karmel Raih Gelar Juara

   
Soekarno Cup 1 2026 Ditutup, GP VBC dan Karmel Raih Gelar Juara

Soekarno Cup 1 2026 Ditutup, GP VBC dan Karmel Raih Gelar Juara

Soekarno Cup 1 2026 Ditutup, GP VBC dan Karmel Raih Gelar Juara
Penyerahan Piala kepada Juara 1 Turnamen Bola Voli Soekarno Cup I Tahun 2026 Oleh Bupati bersama Ketua Panitia dan Ketua PBVSI Kabupaten Ende (Foto : istimewa) 


Ende - Nusapagi.com || Turnamen Bola Voli Soekarno Cup 1 Tahun 2026 resmi berakhir di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Jumat (7/8/2026). GP VBC menjadi juara kategori putra, sedangkan Karmel keluar sebagai juara kategori putri.


Turnamen yang diselenggarakan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende tersebut berlangsung sejak 18 Juli hingga 7 Agustus 2026 dan diikuti 12 tim putra serta tujuh tim putri.

Pada kategori putra, GP VBC keluar sebagai juara pertama, disusul Lintas Lio sebagai juara kedua, NVBC juara ketiga, dan Bhayangkara Presisi di posisi keempat.

Sementara kategori putri, Karmel menempati posisi pertama, Q One Club sebagai juara kedua, Citra Bakti Ngada juara ketiga, dan Benteng Gading di posisi keempat.

Selain penghargaan bagi tim juara, panitia juga menetapkan pemain terbaik. Yohanes F. Tonggo dari NVBC dinobatkan sebagai pemain terbaik putra, sedangkan Agnesia Mauren Odang dari Q One Club menjadi pemain terbaik putri.

Ketua Panitia Soekarno Cup 1 2026, Cicih M. Badeoda, S.H., M.H., mengatakan turnamen tersebut merupakan kegiatan perdana DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende di bidang olahraga bola voli.

Menurut Cicih, penyelenggaraan turnamen menjadi kesempatan untuk melihat potensi atlet bola voli putra dan putri di Flores-Lembata, khususnya Kabupaten Ende.

“Turnamen ini sungguh bermanfaat. Kita dapat mengetahui ada potensi nyata atlet bola voli putra dan putri di Flores-Lembata, khususnya di Kabupaten Ende,” kata Cicih dalam dalam rilis yang diterima media ini, Sabtu (8/8/2026).

Ia mengatakan kehadiran turnamen tersebut juga memberikan ruang bagi atlet-atlet muda untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi lebih tinggi.

Cicih meminta para atlet yang belum berhasil meraih juara untuk tidak berhenti berlatih dan menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi.

“Kekalahan bukan berarti kamu lemah. Kekalahan hanyalah kemenangan yang tertunda. Kekalahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah pelajaran berharga untuk membentuk mental yang lebih kuat dan lebih tangguh,” ujarnya.

Ketua PBVSI Kabupaten Ende, Vinsensius Sangu, S.H., M.H., mengapresiasi penyelenggaraan Soekarno Cup 1 2026.

Vinsensius mengatakan turnamen tersebut menjawab kerinduan masyarakat dan pencinta bola voli di Kabupaten Ende setelah hampir tiga tahun tidak ada penyelenggaraan turnamen bola voli dalam skala besar.

“Turnamen ini adalah jawaban atas kerinduan masyarakat dan pencinta bola voli, khususnya atlet-atlet berbakat voli di Kabupaten Ende, karena hampir tiga tahun mati suri,” katanya.

Setelah Soekarno Cup 1, PBVSI Kabupaten Ende berencana menggelar turnamen bola voli antar-pelajar tingkat SMA, SMK dan MA se-Flores-Lembata.
Vinsensius mengimbau sekolah-sekolah mempersiapkan tim terbaik untuk mengikuti kompetisi tersebut sebagai bagian dari upaya mengembangkan bakat atlet muda.

Menurut dia, tersedianya kompetisi menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk berlatih, bertumbuh dan berkembang hingga mampu berprestasi di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional.

Bupati Ende yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende, Yosef Benediktus Badeoda, S.H., M.H., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Soekarno Cup 1 2026.

Yosef mengatakan penyelenggaraan turnamen tersebut menjadi bentuk kehadiran PDI Perjuangan dalam menjawab kerinduan masyarakat terhadap kompetisi bola voli di Kabupaten Ende.

“Ini bukti PDI Perjuangan Ende sungguh hadir menjawab harapan pencinta bola voli yang sudah lesu hampir tiga tahun terakhir,” katanya.

Ia juga mendorong partai politik lainnya untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan olahraga di Kabupaten Ende dengan menyelenggarakan berbagai turnamen.

“Sebagai Bupati, saya mendorong partai-partai politik lainnya untuk dapat mengambil bagian, menyelenggarakan turnamen-turnamen olahraga baik bola voli maupun cabang olahraga lainnya yang ada di Ende,” ujarnya.

Untuk kategori putra, juara pertama GP VBC menerima uang pembinaan Rp15 juta, piala bergilir, piala tetap dan piagam penghargaan.

Juara kedua Lintas Lio memperoleh Rp.12 juta, juara ketiga NVBC Rp. 9 juta, dan juara keempat Bhayangkara Presisi Rp. 6 juta. Masing-masing mendapatkan piala tetap dan piagam penghargaan.

Pada kategori putri, juara pertama Karmel memperoleh uang pembinaan Rp. 12 juta, piala tetap dan piagam penghargaan.
Juara kedua Q One Club mendapatkan Rp. 9 juta, juara ketiga Citra Bakti Ngada Rp. 7 juta, dan juara keempat Benteng Gading Rp. 5 juta, masing-masing disertai piala tetap dan piagam penghargaan.

Sementara pemain terbaik putra dan putri masing-masing menerima uang pembinaan Rp. 250 ribu, piala tetap dan piagam penghargaan.

Berakhirnya Soekarno Cup 1 2026 diharapkan menjadi momentum untuk kembali menghidupkan kompetisi bola voli di Kabupaten Ende sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi atlet-atlet muda untuk mengembangkan potensi dan prestasi.***(NP/Efrid Bata)


Add Comment

Centang kotak Notify Me agar mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.


©2020 — NUSA PAGI