![]() |
| Kondisi Rumah Warga di Desa Kaju Wangi Kecamatan Elar yang hancur rata tanah saat gempa 15/08/2026 (Foto : istimewa) |
Gempa yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Bahkan, hingga Jumat pagi (21/8/2026), masyarakat masih merasakan adanya guncangan gempa susulan yang membuat warga tetap berada dalam kondisi waspada.
Berdasarkan data sementara dari Masyarakat Adat Desa Kaju Wangi, Arnoldus Sono, tercatat sebanyak 44 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 15 rumah mengalami rusak berat, 2 rumah rusak sedang, dan 27 rumah mengalami rusak ringan.
Namun, hingga saat ini para korban terdampak belum menerima penyaluran bantuan resmi, baik dari pemerintah daerah maupun pihak relawan lainnya.
Kondisi tersebut membuat warga harus bertahan dengan keterbatasan fasilitas dan kebutuhan dasar, sambil menghadapi kekhawatiran akibat gempa susulan yang masih terjadi.
Masyarakat Adat Desa Kaju Wangi, Arnoldus Sono, mengatakan warga sangat membutuhkan perhatian dan bantuan cepat dari pihak terkait, terutama untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.
“Kami berharap ada perhatian dan uluran tangan dari pemerintah maupun pihak lainnya agar kebutuhan warga yang terdampak dapat segera terpenuhi,” ungkap Arnoldus.
Ia berharap proses pendataan, penanganan darurat, serta penyaluran bantuan dapat segera dilakukan sehingga masyarakat tidak terlalu lama berada dalam kondisi sulit.
Warga Desa Kaju Wangi juga mengharapkan dukungan doa dan kepedulian dari semua pihak agar mereka diberikan kekuatan, ketabahan, dan ketenangan dalam menghadapi bencana ini.
Masyarakat berharap bantuan kemanusiaan segera tiba dan proses pemulihan pascagempa dapat berjalan dengan baik demi meringankan beban warga terdampak.***(NP/Redaksi)




Centang kotak Notify Me agar mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.