![]() |
| Wakil Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Wilfridus Yons Ebit (tengah) ketika memberikan sambutan. |
Ende - Nusapagi.com || Tani merdeka Indonesia (TMI) baru saja serahkan bantuan Rp.100 juta untuk pemberdayaan kelompok usaha ayam petelur "Karang Taruna Ngegedhawe" Desa Ngegedhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT (Senin, 8/6/2026).
Penyerahan bantuan ini merupakan kerjasama TMI dengan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Pupuk Kaltim Indonesia yang berlangsung di Aula Kantor Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, NTT.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI), Wilfridus Yons Ebit dan diterima Ketua Karang Taruna Ngegedhawe, Elisius Rangu, bersama anggota kelompok usaha ayam petelur.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Desa Kebirangga, Yoakim Sumbi, Ketua DPD TMI Kabupaten kabupaten Ende Yosefat Yosef Lima, Sekretaris DPD TMI Ende Sipri Pendi, Mosalaki Kebirangga (tokoh adat, red), para pelaku usaha, petani, peternak, nelayan, serta masyarakat setempat.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ende, Yosefat Yosef Lima, mengatakan bantuan yang disalurkan TMI saat ini telah menjangkau berbagai daerah di NTT. Dirinya berharap ke depan semakin banyak program serupa yang juga ikut menyentuh masyarakat khususnya di Kabupaten Ende.
Menurut Yosefat, sejumlah bantuan sebelumnya telah terserap di Kabupaten Sikka dan Ngada yang juga diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Umum TMI, Wilfridus Yons Ebit.
"Kami terus membangun koordinasi agar Kabupaten Ende juga bisa memperoleh berbagai bantuan sesuai potensi daerah, baik di sektor pertanian, perikanan maupun peternakan," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wilfridus Yons Ebit yang telah meluangkan waktu untuk bertemu langsung dengan masyarakat di Desa Kebirangga dan mendengarkan berbagai kebutuhan yang disampaikan warga.
Dalam sambutannya, Wilfridus Yons Ebit menegaskan bahwa kehadiran Tani Merdeka Indonesia di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan dan peternak.
"Kita lahir dari keluarga petani, sehingga bersentuhan dengan masyarakat petani, nelayan, pedagang dan kelompok usaha kecil adalah hal yang biasa. Yang terpenting adalah bagaimana kita membangun semangat bersama agar masyarakat bisa maju," katanya.
Menurut Ebit, berbagai program pemerintah tidak boleh dipandang berdasarkan latar belakang partai politik, melainkan harus dinikmati seluruh rakyat Indonesia.
"Pak Prabowo sejak dilantik menegaskan bahwa beliau adalah presiden seluruh rakyat Indonesia. Karena itu program pemerintah, baik bantuan pertanian, alat dan mesin pertanian, pembangunan kampung nelayan, Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun program lainnya diperuntukkan bagi seluruh masyarakat tanpa melihat partai politik," tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan semangat kolaborasi dan solidaritas dalam membangun daerah.
"Kita tidak perlu lagi melihat partai. Yang penting adalah semangat untuk membangun kampung halaman. Pertandingan politik sudah selesai, sekarang saatnya bekerja bersama demi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Ebit mengungkapkan bahwa Tani Merdeka Indonesia telah dipercaya untuk membantu menjembatani berbagai kebutuhan petani, nelayan dan peternak dengan pemerintah pusat.
Karena itu, ia mendorong pemerintah desa, kelompok tani, kelompok nelayan dan masyarakat untuk aktif menyampaikan kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan di lapangan.
"Kalau ada kebutuhan seperti alat tangkap nelayan, revitalisasi pasar, kampung nelayan, bantuan peternakan atau kebutuhan lainnya, silakan disampaikan melalui pengurus Tani Merdeka. Kami akan berusaha semaksimal mungkin memperjuangkannya sesuai kemampuan yang kami miliki," katanya.
Dalam sesi dialog, Kepala Desa Kebirangga, Yoakim Sumbi, menyampaikan sejumlah kebutuhan masyarakat, di antaranya bantuan alat pertanian berupa combine harvester serta dukungan perbaikan bangunan kantor desa.
Selain itu, salah seorang tokoh masyarakat juga mengusulkan bantuan sarana penangkapan ikan bagi nelayan di wilayah Desa Kebirangga.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Ebit menyatakan pihaknya siap membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dan berbagai mitra untuk mengupayakan dukungan yang dibutuhkan masyarakat.
Ia juga menyebutkan bahwa setelah kegiatan di Ende, dirinya akan melanjutkan agenda penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) di Kabupaten Ngada serta bantuan usaha budidaya ayam petelur di Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur.
"Kita akan terus berusaha menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat NTT. Yang dibutuhkan adalah kepedulian, semangat gotong royong dan kemauan untuk maju bersama," tutup Ebit. ***(NP/Ali).



Centang kotak Notify Me agar mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.