BREAKING NEWS

Wamenpar RI Nikmati Pesona Wisata dan Kuliner Lokal di Desa Wisata Detusoko Barat

   
Wamenpar RI Nikmati Pesona Wisata dan Kuliner Lokal di Desa Wisata Detusoko Barat

Wamenpar RI Nikmati Pesona Wisata dan Kuliner Lokal di Desa Wisata Detusoko Barat

Wamenpar RI Nikmati Pesona Wisata dan Kuliner Lokal di Desa Wisata Detusoko Barat
Wakil Menteri Pariwisata RI bersama Pokdarwis di Jembatan Warna Warni Desa Wisata Detusoko Barat (Foto : Nando Watu) 

Ende - Nusapagi.com || Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati atau yang akrab disapa Ni Luh Puspa, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (28/5/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Wamenpar meninjau sejumlah destinasi wisata dan menikmati berbagai atraksi budaya serta pengalaman wisata berbasis masyarakat.

Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni Desa Wisata Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende. Kedatangan Wamenpar disambut hangat oleh pemerintah desa, tokoh adat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta masyarakat setempat.

Setibanya di kantor desa, Ni Luh Puspa dikenakan pakaian adat khas Ende-Lio sebagai bentuk penghormatan adat. Selanjutnya, rombongan menuju Kampung Adat Nua Rini untuk mengikuti prosesi penyambutan adat yang diiringi tarian tradisional Bhea dan tarian penjemputan khas masyarakat setempat.

Di rumah adat suku Rini, Wamenpar berdialog bersama tetua adat, kelompok perempuan, dan masyarakat desa mengenai pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan terasa ketika Ni Luh Puspa menikmati aneka kuliner tradisional yang disiapkan oleh ibu-ibu PKK Desa Detusoko Barat. Suguhan diawali dengan tradisi makan sirih pinang, disertai sajian kopi lokal, teh, kue cucur atau vilu, serta berbagai makanan ringan khas daerah.

“Wah, sangat enak dan lezat, khas dan unik,” ujar Ni Luh Puspa di sela-sela menikmati sajian lokal bersama masyarakat adat.

Pada jamuan makan siang, berbagai menu tradisional khas Detusoko turut disajikan, di antaranya nasi merah, nasi hitam, ubi cincang (uwi kaji sasi), ubi ungu, talas atau rose, ikan balik kuah tomat, daun pepaya, sambal kelapa (koro nio), hingga lawar sayuran hijau.

“Saya sangat suka dengan kuliner lokal seperti ini. Kita hanya bisa menemukan menu-menu khas seperti ini ketika berkunjung langsung ke desa. Saya sangat menikmati sajian yang diolah mama-mama di sini, rasanya enak sekali,” ungkap mantan penyiar televisi tersebut.

Selain menikmati kuliner tradisional, rombongan Wamenpar juga disuguhi penampilan budaya dari kelompok sanggar seni dan siswa-siswi SDK Marsudirini Detusoko. Lagu daerah Ende berjudul Sare dan tarian Gawi turut memeriahkan suasana kunjungan.

Usai kegiatan budaya, Wamenpar bersama rombongan meninjau sejumlah objek wisata di Desa Detusoko Barat, seperti area persawahan, jembatan warna-warni, pemandian air panas, serta kampung adat.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang promosi destinasi wisata, tetapi juga momentum diskusi antara pemerintah pusat, pemerintah desa, dan Pokdarwis mengenai pengembangan desa wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan di Kabupaten Ende.

Pemerintah berharap Desa Wisata Detusoko Barat terus berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan di Flores yang mampu menghadirkan pengalaman wisata budaya, alam, dan kuliner yang autentik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.***(NP/Efrid Bata)


Add Comment

Centang kotak Notify Me agar mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.


⚡ Trending!

⚡ Advertisement I


©2020 — NUSA PAGI