Advertisement
Scroll Keatas Untuk Lanjutkan Membaca
BREAKING NEWS

Ratusan Umat Ikuti Jalan Salib Inkulturatif di Stasi Santa Bernadethe Wolomage

   
Ratusan Umat Ikuti Jalan Salib Inkulturatif di Stasi Santa Bernadethe Wolomage

Ratusan Umat Ikuti Jalan Salib Inkulturatif di Stasi Santa Bernadethe Wolomage

Ratusan Umat Ikuti Jalan Salib Inkulturatif di Stasi Santa Bernadethe Wolomage
Pemimpin dan Petugas Ibadath serta Umat Stasi Wolomage Ikut Jalan Salib inkulturatif  di Stasi Wolomage (Foto :NP/EB) 

Ende, Nusapagi.com – Ratusan umat Katolik Stasi Santa Bernadethe Wolomage, Paroki Santo Yosef Detusoko, mengikuti ibadat Jalan Salib inkulturatif dengan penuh khidmat pada Jumat, (3/4/2026). Kegiatan ini melibatkan Orang Muda Katolik (OMK) serta mendapat pengawalan dari THS–THM setempat.

Prosesi Jalan Salib dimulai dari Kampung Besar, tepatnya di halaman rumah Bapak Nikolaus Nobe, dan berakhir di halaman Kapela Santa Bernadethe Wolomage.

Sepanjang perjalanan, umat dengan tekun mengikuti setiap perhentian, merenungkan sengsara Yesus Kristus sebagai bagian dari pendalaman iman di masa Prapaskah.

Ibadat dipimpin oleh Heribertus Rehi dengan nuansa khas inkulturatif. Seluruh doa dan nyanyian dibawakan dalam bahasa daerah Ende Lio.

Penggunaan bahasa lokal ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkuat penghayatan umat terhadap makna penderitaan Kristus dalam konteks budaya setempat.

Keterlibatan OMK yang terdiri dari para pemuda dan pelajar asal stasi Wolomage turut memberi warna dalam pelaksanaan kegiatan.

Mereka tidak hanya ambil bagian dalam ibadat, tetapi juga menunjukkan peran aktif dalam kehidupan menggereja di tingkat basis.

Selama kegiatan berlangsung, pengamanan dilakukan secara tertib oleh anggota THS–THM, sehingga seluruh rangkaian ibadat berjalan lancar, aman, dan penuh kekhusyukan.

Salah seorang umat, Gabriel Rana, mengungkapkan apresiasinya terhadap pelaksanaan Jalan Salib tersebut. Menurutnya, penggunaan bahasa daerah sangat membantu umat dalam memahami dan meresapi setiap perhentian.

“Dengan bahasa daerah, kita lebih mudah mengerti dan merasakan penderitaan Tuhan Yesus. Ini sangat menyentuh hati,” ujarnya.

Kegiatan Jalan Salib inkulturatif ini menjadi salah satu wujud nyata kehidupan iman umat di Stasi Santa Bernadethe Wolomage.

Selain memperdalam devosi, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan umat serta menjadi sarana pelestarian budaya lokal dalam kehidupan menggereja.***(NP/Efrid Bata)


Add Comment

Centang kotak Notify Me agar mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.


©2020 — NUSA PAGI