![]() |
| Ketua Panitia Penyelenggara HPN Persatuan Wartawan Ende (PAWE), Elfridus Kondradus Siga (Foto : istimewa) |
Ende - Nusapagi.com || Menyambut peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang jatuh pada 9 Februari, Persatuan Wartawan Ende (PAWE) menyiapkan serangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sarat makna sosial, refleksi profesi, serta penguatan peran pers di daerah.
Ketua Panitia Penyelenggara HPN PAWE, Elfridus Kondradus Siga, atau akrab disapa Frid Siga menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan HPN 2026 dirancang sebagai wujud kehadiran insan pers Ende di tengah masyarakat, sekaligus sebagai momentum evaluasi dan proyeksi masa depan jurnalisme lokal.
“HPN bukan hanya milik wartawan, tetapi juga milik publik. Karena itu, kegiatan yang kami susun menyentuh sisi sosial, kemanusiaan, dan intelektual,” ujar Frid Siga, Jumat (6/2/2026).
Ia memaparkan, rangkaian kegiatan diawali pada 6 Februari 2026 dengan aksi sosial berupa anjangsana ke keluarga tidak mampu di Kelurahan Onekore dan Kelurahan Paupanda, Kota Ende. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian nyata wartawan terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Selanjutnya, pada 7 Februari 2026, PAWE akan menggelar silaturahmi ke keluarga wartawan yang telah meninggal dunia. Menurut Frid, kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan atas dedikasi para jurnalis yang telah mengabdikan diri bagi dunia pers di Ende.
“Ini adalah cara kami menjaga ingatan kolektif dan nilai kekeluargaan di tubuh pers Ende. Mereka yang telah berpulang tetap menjadi bagian dari sejarah pers daerah ini,” katanya.
Puncak peringatan HPN akan digelar pada 9 Februari 2026 dengan sejumlah agenda utama, di antaranya talkshow publik yang menghadirkan narasumber dari kalangan pemangku kebijakan di Kabupaten Ende, akademisi, serta konten kreator.
Talkshow tersebut mengangkat tema “Apa Kata Mereka Tentang Pers: Sinergi, Kritik, dan Masa Depan Jurnalis Ende”, yang diharapkan menjadi ruang dialog terbuka antara pers dan publik, sekaligus wadah refleksi terhadap peran, tantangan, dan arah jurnalisme lokal ke depan.
Selain talkshow, PAWE juga akan melakukan Launching Podcast “Ende Bicara”, sebagai upaya adaptasi pers terhadap perkembangan media digital dan perluasan ruang diskusi publik. Kegiatan puncak akan ditutup dengan family gathering, sebagai ajang mempererat solidaritas antarwartawan dan keluarga.
Frid Siga menegaskan, melalui peringatan HPN 2026 ini, PAWE ingin menyampaikan pesan bahwa pers harus terus menjaga independensi, profesionalisme, serta keberpihakan pada kepentingan publik.
“Pesan kami jelas, pers harus tetap kritis namun beretika, bersinergi tanpa kehilangan independensi, dan terus belajar agar tidak tertinggal oleh perubahan zaman,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar HPN 2026 menjadi momentum memperkuat kepercayaan publik terhadap pers serta mendorong lahirnya jurnalisme Ende yang berkualitas, berintegritas, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap ke depan, pers Ende semakin solid, dihargai, dan mampu menjadi pilar demokrasi yang sehat di daerah ini,” pungkas Frid.***(NP/Efrid Bata)


Centang kotak Notify Me agar mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.