![]() |
| Ibu - ibu Bhayangkari Ikut Workshop Pengolahan Sampah Plastik Jadi Barang Ekonomis (Foto : NP/EB) |
Ende - Nusapagi.com || Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ende menggelar workshop tentang pengolahan sampah plastik menjadi barang ekonomis.
Kegiatan Workshop ini melibatkan Ibu - ibu Persit, Ibu - Ibu Bayangkari dan Kelompok Ibu Rumah Sukacita yang berlangsung di Aula Kantor DLH Kabupaten Ende, Kamis (14/11/2024)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ende, Kanisius Se saat membuka kegiatan workshop mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah sampah plastik yang selama ini menjadi masalah lingkungan di Kabupaten Ende.
"Dalam kegiatan ini, peserta diajarkan teknik-teknik dasar dalam mengolah plastik bekas menjadi produk bernilai jual, seperti tas, dompet, dan aksesori lainnya," ucap Kanis.
Dia menjelaskan bahwa pengolahan sampah plastik menjadi barang berguna tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan kesadaran lingkungan dan mendorong ekonomi sirkular di tengah masyarakat," tuturnya.
Sementara itu Kepala bidang Pengolahan Sampah dan Limba B3 Dinas Lingkungan Hidup, Fransiskus Xaverius, kepada media ini di sela - sela kegiatan mengatakan ketiga kelompok ibu - ibu yang mengikuti Workshop Pengolahan Sampah ini yaitu untuk melakukan daur ulang sampah Plastik, menjadi bahan baku untuk produk baru, seperti tas, dan vas bunga.
"Langka ini dilakukan sebagai proses untuk mengurangi sampah plastik dan produksi bahan baru yang lebih berbahaya bagi lingkungan," pungkasnya.
Dia menuturkan alasan mendasar diadakannya kegiatan workshop pengolahan sampah plastik bagi Ibu - Ibu merupakan bentuk edukasi kepada ibu-ibu di Kota Ende, karena yang lebih banyak menyumbang sampah adalah sampah rumah tangga .
"Berdasarkan estimasi jumlah sampah rumah tangga yang diangkut petugas dari tempat sampah sementara ke tempat pembunangan akhir sampah (TPAS) perharinya mencapai 30 lebih ton," imbuhnya.
Dia menjelaskan manfaat pengolahan sampah selain mau mengurangi biaya pembuangan sampah juga dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPAS.
Proses daur ulang dan pengolahan sampah juga membuka peluang kerja di berbagai sektor, mulai dari pengumpulan, pengolahan hingga pemasaran produk hasil olahan. Melalui proses daur ulang kita dapat mengurangi eksploitasi sumber daya alam yang terbatas.
Produk-produk yang dihasilkan dari sampah olahan memiliki nilai jual yang dapat memberikan keuntungan, baik di pasar lokal maupun internasional," paparnya.
"Secara keseluruhan, pengolahan sampah bernilai ekonomis merupakan langkah penting dalam menciptakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan, di mana sampah bukanlah masalah, tetapi sumber daya yang bisa dimanfaatkan kembali," tutupnya***(NP/Efrid Bata)


Centang kotak Notify Me agar mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.