Advertisement
Scroll Keatas Untuk Lanjutkan Membaca
BREAKING NEWS

Deklarasi Paket Deo Do, Josef Domi Sebut Ende Kota Rahim Pancasila, Jadi Tidak Relevan lagi Bicara Agama, Suku, dan Golongan

   
Deklarasi Paket Deo Do, Josef Domi Sebut Ende Kota Rahim Pancasila, Jadi Tidak Relevan lagi Bicara Agama, Suku, dan Golongan

Deklarasi Paket Deo Do, Josef Domi Sebut Ende Kota Rahim Pancasila, Jadi Tidak Relevan lagi Bicara Agama, Suku, dan Golongan

Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Paket Do bersama Pimpinan Partai Pengusung saat Deklarasi di sekretariat Pemenangan Deo Do (Foto : NP/EB)

Ende - Nusapagi.com || Lima Partai pengusung bersama barisan relawan paket Deo Do sebelum mendaftar di KPU Ende mendeklarasikan pasangan Bacalon Bupati dan Wakil Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda dan dokter Dominikus Mere.

kelima Partai Pengusung itu antara lain : Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Demokrat, Partai PPP, Partai Garuda dan Partai Ummat.

Kegiatan Deklarasi ini berlangsung di Kantor Sekretariat Pemenangan Deo Do yang beralamatkan di Jalan Pattimura Kelurahan Potulando Kecamatan Ende Tengah, Kamis (29/08/2024)

Disaksikan ribuan masa pendukung Paket Deo Do, Deklarasi ini berlangsung hikmat dan meriah karena didahului dengan acara adat untuk kelancaran proses pendaftaran hingga pemilihan Bupati di 27 November 2024 mendatang 

Ada hal menarik saat deklarasi Paket Deo Do, di mana Calon Wakil Bupati Ende, dr. Dominikus Minggu Mere mengenakan baju PDIP.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Ende, Fery Taso menegaskan bahwa saat ini dr. Domi Mere adalah kader PDIP. 

"Untuk itu partai pengusung, barisan relawan Paket Deo Do yang hadir saat ini harus mulai bergerak untuk memenangkan pasangan ini,"  tegasnya. 

Dia mengingatkan kepada seluruh tim pemenangan agar tetap santun dan perlu menjaga etika komunikasi dengan siapapun. Jangan mengeluarkan kata – kata yang menyinggung pihak lain ataupun di antara sesama tim.

“Kita antar Paket Deo Do daftar di KPUD Ende untuk mencapai kemenangan, tetap jaga komunikasi dan bahasa di antara kita,” pinta Fery

Sementara itu, Bacalon Wakil Bupati Ende paket Deo Do, dr. Domi Mere mengatakan bahwa dirinya dan Yosef Badeoda kembali ke Ende untuk mengabdikan diri dengan hati dan pikiran guna melakukan perubahan dengan melibatkan seluruh stakeholder di daerah ini untuk Ende baru yang lebih maju.

Dokter Domi Mere juga menandaskan bahwa dirinya dan Yosef Badeoda (paket Deo Do) hadir bukan untuk satu golongan saja tetapi hadir untuk seluruh masyarakat Kabupaten Ende.

”Kami berdua hadir bukan untuk satu golongan saja tapi untuk seluruh masyarakat Kabupaten Ende tanpa ada batas dan sekat sedikitpun,” tuturnya.

Bacalon Bupati Ende Paket Deo Do, Yosef Benediktus Badeoda menuturkan Ende merupakan kota rahim pancasila, jadi sangat tidak relevan lagi kalau kita membahas tentang agama, suku dan golongan.

”Ende adalah Kota Pancasila dan Kota Bung Karno maka tidak jaman lagi kita bicara soal agama, suku dan golongan,” imbuhnya.***(NP/Efrid Bata)

Add Comment

Centang kotak Notify Me agar mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.


©2020 — NUSA PAGI